Absensi Pekerja Lapangan dengan GPS dan Foto: Praktik dan Pertimbangannya

Absensi yang adil melindungi upah pekerja dan anggaran perusahaan. Pelajari absensi dengan GPS, foto berwatermark, tanpa sinyal, dan pengenalan wajah.

Tim Proyektra

2 menit baca 2 Okt 2026

Foto: Vitaly Gariev di Unsplash

Daftar isi

01

Kenapa absensi lapangan menantang

Absensi di proyek berbeda dari absensi kantor. Lokasi berpindah, sinyal sering lemah, pekerja banyak dan bergantian, dan sebagian besar tidak memegang perangkat kantor. Absensi di kertas sering terlambat direkap dan sulit diverifikasi ketika ada perbedaan pendapat soal upah.

Padahal data kehadiran menyentuh dua hal yang sangat penting: penghasilan pekerja dan keselamatan proyek, karena jam kerja juga menjadi dasar statistik K3. Absensi yang akurat adalah bentuk keadilan bagi pekerja sekaligus perlindungan bagi perusahaan.

02

Unsur absensi yang dapat dipercaya

  • Lokasi — absensi berlaku di dalam radius tertentu dari titik proyek. Titik ditetapkan oleh kantor, sehingga aturan berlaku sama bagi semua orang.
  • Foto — bukti visual dengan watermark waktu dan lokasi.
  • Waktu — dicatat dari perangkat dan diperiksa saat sinkronisasi.
  • Pencatat — siapa yang mencatat tersimpan, terutama bila satu orang mencatat kehadiran banyak pekerja.
  • Tanpa sinyal — absensi tetap dapat dicatat dan terkirim begitu sinyal kembali.

03

Pengenalan wajah yang bertanggung jawab

Pengenalan wajah membantu memastikan pekerja yang diabsen memang orang yang dimaksud. Karena wajah termasuk data pribadi yang sensitif, penggunaannya perlu dilandasi rasa hormat: persetujuan tertulis dari pekerja, hak untuk mencabut persetujuan dan menghapus data, serta kesadaran bahwa helm, masker, kerudung, terik matahari, atau keringat dapat memengaruhi hasilnya.

Karena itu, jalur cadangan sama pentingnya. Pekerja yang benar-benar hadir di lokasi tidak boleh kehilangan haknya hanya karena teknologi sedang ragu. Absensi manual tetap tersedia dan dicatat secara terpisah, sehingga semua pihak dapat memahaminya dengan jelas.

Bagaimana Proyektra membantu

  • Di lapangan, aplikasi Android dipegang mandor. Mandor mendaftarkan wajah pekerjanya lalu mencatat kehadiran mereka satu per satu, sehingga pekerja tidak perlu memiliki akun maupun perangkat khusus.
  • Absensi berlaku dalam radius titik proyek, bawaannya 100 m. Titik ditetapkan kantor pada peta di Lapangan › Absensi Lapangan. Selama titik belum ditetapkan, absensi tidak dibatasi.
  • Aturan radius dijaga di dua tempat: di aplikasi, agar pekerja langsung tahu posisinya dan tetap dapat bekerja tanpa sinyal, dan di server, agar aturan berlaku sama bagi semua. Jarak yang disimpan adalah jarak sebenarnya.
  • Foto diambil dengan watermark yang menyatu dengan berkas. Absensi tersimpan di perangkat dan terkirim otomatis begitu sinyal kembali.
  • Pengenalan wajah berjalan di perangkat, bukan di layanan luar, sehingga tetap bekerja tanpa sinyal. Yang disimpan adalah angka cetakan wajah, bukan gambarnya. Pendaftaran memerlukan persetujuan tersurat yang dapat dicabut kapan saja.
  • Tombol jepret manual selalu tersedia, dan absensi manual dicatat terpisah dari yang dikenali wajah, agar data tetap dapat dipercaya bila ada perbedaan pendapat.
  • Setiap absensi menyimpan siapa pencatatnya. Pekerja yang diabsenkan adalah pekerja yang ditugaskan pada proyek yang sama, dan peran pencatat dibaca dari basis data.
  • Data kehadiran menjadi dasar upah harian mandor dan jam kerja untuk perhitungan LTIFR di modul K3.

Absensi yang jujur dan mudah adalah fondasi kepercayaan antara perusahaan, mandor, dan pekerja.

Modul terkait

  • Aplikasi SPK, Opname, BAPP, dan Termin Proyek
  • Software Keuangan Proyek Konstruksi
  • Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi

Baca juga

Kelola proyek tanpa menunggu rekap akhir bulan

Proyektra adalah ERP konstruksi modular dari PT Super GenZ Tech (SG Group): RAB, RAP, penjadwalan, lapangan, dan keuangan dalam satu sistem.